OPINI | Tahun 2018 sebentar lagi akan usai, dan akan berganti tahun 2019.
Banyak moment yang terjadi di tahun 2018 dan juga banyak moment yang
akan tergambar pada tahun 2019 nanti. Dalam moment - moment ini, apa
yang telah kita perbuat dan apa yang akan kita perbuat? Ini adalah
sebuah evaluasi kita pada tahun 2018 dan sebuah langkah kita untuk tahun
2019 mendatang.
Ada 2 moment yang akan kita refleksikan. Pertama, moment di tahun
2018 dan yang kedua adalah moment yang akan datang pada tahun 2019.
Sudah nampak jelas pada 2 tahun ini. Tahun 2018 - 2019 adalah tahun
politik yang akan banyak menyita pemikiran dan kontribusi kita. Karena,
sebagai kaum muda, tentu kita akan ikut andil dan berkontribusi dalam
tahun politik ini.
Moment Tahun 2018
Banyak hal dan kejadian yang telah dilewati pada tahun 2018 ini.
Dalam konteks politik, tahun 2018 adalah tahun Pemilihan Kepala Daerah
(Pilkada) serentak yang dilakukan di 137 Kabupaten/Kota dan 15 Provinsi.
Dalam moment ini, kita telah turut andil dalam bentuk menyuarakan hak
pilih. Tentu dalam hal ini, kita memiliki pilihan masing - masing, dan
pasti akan mengalami perbedan. Namun sebagai kaum muda, kita harus
berfikir cerdas dan tak perlu memperdebatkan perbedaan pilihan itu. Hal
yang harus kita fikirkan adalah bagaimana kita mengawal hasil yang telah
ditetapkan dalam pilkada tersebut, siapapun yang memimpin kepala
daerah, kita harus sama - sama menerimanya dan sama - sama mengawalnya
agar Indonesia ini tetap sejahtera dan berkeadilan, dan tentunya semua
untuk kemaslahatan bersama.
Dalam konteks sosial dan budaya, pada tahun 2018 banyak terjadi
bencana di Indonesia. Mulai dari gempa di Palu dan Donggala (NTT),
jatuhnya pesawat Lion Air, gempa di Jawa Timur bagian selatan, Gempa dan
Tsunami di selat Sunda dan bencana - bencana lainnya. Disinilah kita
diuji dalam hal sosial dan tingkah laku kita. Bagaimana kita berperan
dalam menghadapi bencana yang terjadi bertubi - tubi tersebut. Dan
bagaimana kita bermuhasabah dengan adanya bencana tersebut, apakah kita
terlalu banyak berbuat maksiat ataukah itu memang benar - benar ujian
dan tuhan kepada kita.
Dalam konteka ekonomi, tahun 2018 masyarakat Indonesia secara umum
masih mengalami hal yang sama pada tahun - tahun sebelumnya. Masyarakat
kaum bawah tetap dalam kondisi yang sama, bahkan pengangguran semakin
juga tak kunjung terselesaikan sehingga menyebabkan kekerasan,
perampokan, pembunuhan dan hal - hal lainnya yang disebabkan oleh
perekonomian maayarakat yang belum tersejahterakan.
Sementara itu, dalan kontek keragaman budaya dan agama, banyak
terjadi kekacauan di Indonesia pada tahun 2018 ini. Mulai dari isu Sara
yang akhirnya menyebabkan perpecahan kerukunan umat beragama dan
ternyadinya saling fitnah.
Moment Tahun 2019
Dalam tahun 2019 ini, secara keseluruhan kita memang belum bisa
menebak apa yang akan terjadi di Indonesia ini dalam kontek ekonomi,
sosial dan budaya. Namun dalam konteks politik, di tahun 2019 sudah
pasti gambaran besar akan mampu ditebak. Pada tahun 2019 tepatnya
tanggal 17 April akan dilaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden
serta pemilihan legislatif. Dalam moment ini, politik di Indonesia akan
nampak sekali. Pertarungan dari kontestan yang akan berlaga dalam
pemilihan tersebut akan terjadi, namun bagaimana sikap kita dalam
menghadapi hal tersebut?.
Dalam konteks inilah kita harus mampu berperan dan mengambil peran
sebagai seorang pemuda. Bagaimana kita berfikir dan mampu memilih
pemimpin yang baik yang nantinya akan membawa bangsa Indonesia ini
menjadi lebih baik dan sejahtera. Selain itu, dalam moment ini, perang
media juga pasti akan terjadi dan ini akan menyebabkan kekacauan yang
akan menyebabkan timbulnya saling fitnah dan curiga. Oleh sebab itu,
dalam pemahaman menangkap info dari media dan juga penyebaran informasi
lewat media harus kita pahami betul - betul agar kekacauan itu tidak
timbul. Karena tak bisa kita hindari, di era millenial ini, kemajuan
teknologi sangat pesat.
Sementara itu, dalam konteks sosial, budaya dan ekonomi kita belum
bisa menebak. Namun, dari refleksi tahun 2018, kita diharapkan mampu
memberikan gambaran terkait apa yang harus kita lakukan pada tahun 2019
dalam konteks sosial, ekonomi dan budaya.
Dengan kerendahan hati dan tetap berpegang teguh pada ajaran Agama
Islam, mari kita berbenah dan bermusahabah diri untuk memperbaiki diri
kita dan kondisi disekitar kita. Harapannya agar pada tahun 2019 nanti,
cita - cita kita dan cita - cita besar bangsa iki akan terwujud.
Sekar, 30 September 2018
Terpublish di :
http://www.bojonegoromu.com/2018/12/31/refleksi-akhir-tahun/
0 Comments